SEJARAH DAN PERKEMBANGAN PENCAK SILAT SGJ

Sejarah Berdirinya Organisasi Pernapasan Seni Beladiri Sunan Gunung Jati dan Perkembangannya di Kabupaten Mimika  Papua Tengah.

Pernafasan Seni Beladiri Sunan Gunung Jati  didirikan di Timika Papua Tengah oleh Muhammad Salaman pada tgl 1 januari 2002. Muhammad Salaman adalah Pendiri Utama / Guru Besar, Perintis, Pencipta Lambang, Perumus Jurus-jurus PSB SGJ diantaranya Jurus Elang, Jurus Macan, Jurus Kera, Senam Pernafasan dan Metode Latihan sekaligus Pimpinan Padepokan  Pernafasan Seni Beladiri Sunan Gunung Jati  yang Resmi berdiri pada Tgl 20 Januari 2004 di Timika Papua Tengah.

- Murid pertamanya bernama Abdul Hamid ( Karyawan) yang latihan pada bulan Januari 2002.

- Kemudian pada bulan Februari Muhammad Salaman mengumpulkan sahabatnya untuk dilatih Beladiri Pernapasan SGJ.Sahabat-sahabatnya itu bernama Suryadi yaster (Anggota Polri), Abdullah Keytor Sanda (Anggota TNI), Muhammad Nur (Anggota Polri), dan Budiman Musa Abdullah.

Tempat latihan SGJ yang pertama kali yaitu di Koperapoka  belakang Bank Danamon lama Timika. Latihannya di Teras Rumahnya  Abdul Hamid & Suryadi Yaster.

Abdul Hamid inilah yang kemudian membuat formulir pendaftaran sebanyak 500 lembar. Pada Hari minggu formulir tersebut disebarkan oleh Muhammad Salaman kepada para pelajar SMP dan SMA kabupaten Mimika yang selesai mengikuti pengajian di Masjid.Dalam sekejap formulir tersebut habis seketika.

Hari minggu berikutnya M.Salaman mulai mengumpulkan murid-muridnya yang berjumlah ratusan di Bendungan Kali pasir Timika untuk latihan bersama-sama. Latihan dilakukan secara bertahap, berjenjang dan berkesinambungan.

Setelah Organisasi Beladiri SGJ ini berjalan  hampir 2 Tahun dari Januari Tahun 2002 sampai Desember 2003, jumlah muridnya sudah mencapai ratusan orang. 

Bulan Desember Tahun 2003 latihan SGJ ini berpindah tempat dari Bendungan Kali pasir ke jalan Perintis tepatnya di halaman rumahnya Bapak Sainul.

Bapak Sainul ini adalah Murid dari Muhammmad Salaman.Beliau berguru sampai Sabuk Putih Tingkat Pendekar.

Dari sekian banyak murid, yang mampu bertahan sampai selesai hanya beberapa orang saja.

Nama-nama Penyandang Sabuk Putih Tingkat Pendekar yang pertama kali adalah :

1.Sainul (Karyawan Petrosea).

2.Mas Budi Irianto.(Karyawan)

3.Muh.Ikbal, SE.Msi, Kp.(PNS).

4.Mas Yossi.

5.Mas Suismail.

6.Firmansyah Wajong (Anggota Polri).

7.Mas Agus Purnomo (Anggota Polri).

8.Ustadz M.Tahir, S.Pd.I, S.H.

Tahun 2004 Muhammad Salaman selaku Guru Besar dan Pendiri Utama serta  Pencipta Lambang dan Jurus-Jurus Beladiri SGJ ini mengajukan permohonan kepada Notaris untuk dibuatkan Akta Pendirian dengan persyaratan yang sudah ditentukan oleh Notaris Timika.

Kemudian Muhammad Salaman mengangkat beberapa Orang muridnya untuk di jadikan wakil dan sekretarisnya sebagai syarat berdirinya sebuah Organisasi yang dituangkan di dalam Akta Pendirian dengan menggunakan uang pribadinya sendiri.

Beberapa orang muridnya yang ditunjuk adalah : 

1.Bpk. Sainul.

2.Budiman Musa Abdullah.

3.Lukito Harun

4.Richardo Singkay.

Nama-nama inilah yang dituangkan didalam Akte Pendirian Nomor 2 Tanggal 20 Januari Tahun 2004  Sebagai Badan Pengurus Yang Pertama Kali dengan komposisi struktur sebagai berikut :

- Ketua Umum : Tuan Muhammad Salaman.

- Ketua I : Tuan Sainul.

- Ketua II : Budiman Musa Abdullah.

- Sekretaris : Tuan Lukito Harun

- Bendahara : Tuan Richardo Singkay.

Dari  ke empat muridnya  yaitu Sainul, Budiman Musa Abdullah, Lukito Harun dan Richardo Singkay yang ditunjuk dan dijadikan pengurus hanya ada 1 orang saja yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan latihannya sampai sabuk putih (warga)  Tingkat Pendekar yaitu bernama "SAINUL" yang latihan dari Tahun 2003 dan lulus latihan SGJ pada Tanggal  20 Mei 2005.

Sedangkan tiga orang yang lainnya yaitu Budiman Musa Abdullah, Lukito Harun dan Richardo Singkay hanya latihan tahap-tahap dasar saja yaitu masih tahap- tahap" Pengenalan" atau tahap pemula saja (Polos) tidak sampai selesai.

Pada tanggal 17 Junuari 2005 Muhammad Salaman selaku Guru Besar sekaligus Ketua Umum mendaftarkan Organisasi SGJ ini pada Pemerintah Kantor Pemberdayaan dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Mimika.

Setelah diadakan penelitian berkas persyaratan dan peninjauan lokasi dan telah sesuai dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1985 maka Organisasi SGJ ini dinyatakan telah terdaftar dengan Surat Tanda Terima Pemberitahuan Keberadaan Organisasi (STTPKO) Nomor : 224/04/KPPM/2005.

Tahun 2006 tempat latihan SGJ  berpindah tempat di halaman SMA Negeri 1 Mimika. Untuk kelancaran latihan maka Muhammad Salaman menunjuk serta mengangkat beberapa muridnya sebagai pengurus diantaranya adalah :

1.Ketua : Dokter Candra Halim

2.Wakil Ketua : Dhika Dozerianto, ST

3.Pelatih : Irsan Sari, S.KOM, M.Adm, SDA.

Irsan Sari inilah yang kemudian menjadi Dewan Pertimbangan Organisasi SGJ.

4.Muhammad Yamin.

Dari Tempat latihan di SMA N  1 ini, lahirlah Dua orang Pendekar yang bernama :

1.Sahriwali, S.P

2.Dhika Dozerianto, ST

Dua orang Pendekar inilah yang kemudian merintis membuka cabang di Mapurjaya,Pomako dan Cabang di SP 1 Timika.

- Ketua Cabang Mapurjaya bernama : Sahriwali, S.P. dan Wakilnya : Abyan.

- Ketua Cabang Sp 1 bernama : Dhika Dozerianto, ST.

Cabang SP 1 yang di ketuai oleh Dhika Dozerianto mempunyai murid 90% Anggota TNI AD dari BRIGIF.

Tahun 2007 tempat latihan berpindah lagi dari SMA N 1 ke Jl.Kartini jalur 2.

Pada Tanggal 12 Oktober 2008, Muhammad Salaman mendaftarkan Organisasi SGJ ini pada Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Mimika dan terdaftar dengan nomor Anggota 004 dan diberikan hak yang sama dalam mengembangkan Pencak Silat sesuai dengan aturan Pencak Silat di Kabupaten Mimika.

Tahun 2008 tempat latihan berpindah lagi dari jl.Kartini ke Jl.Busiri Ujung di halaman rumahnya seorang Warga SGJ bernama Bpk.Tri Djoko (Anggota Polri).

Di tempat latihan inilah banyak melahirkan Pendekar-pendekar yang tangguh.

Salah satunya bernama Adlan Talibo seorang warga  SGJ yang lulus pada Tahun 2008 yang Kemudian diangkat menjadi Ketua Cabang dan membuka Latihan di Gorong-gorong dalam.

Tahun 2010 tempat latihan dari Jl.Busirih berpindah lagi di depan Koramil  yang di Latih oleh seorang warga SGJ bernama Maulana, S.KOM.

Masih di Tahun yang sama yaitu Tahun 2010 tempat latihan berpindah lagi di belakang rumah dinasnya Pak Edi Wijayanto (TNI AD) di Koramil Timika.Pak Edi Wijayanto inilah yang menjadi Penasehatnya SGJ.

Tahun 2012 tempat latihan berpindah lagi di Jl.Hasanudin Irigasi yang di Latihan oleh Muhammad Salaman.

Di tempat inilah terlahir banyak pendekar yang kemudian membuka Cabang SGJ di setiap sudut Kota Timika dan di luar Papua. Diantaranya :

1.Ketua Cabang Baitul Quro' : Tirta Aprilia.

Latihannya di Halaman Baitul Quro'.

2.Ketua Cabang Sempan : Abdul Razak.

Latihannya di Halaman Masjid Nurul Hidayah.

3.Ketua Cabang Tembagapura & Ridgecam Mill 72 : Arlin Pamungkas dan wakil : Alif Pramudya.

Latihannya di Super Blok.

6.Ketua Cabang Sp 2 : Daru Giri.

Tahun 2018 latihan dari Irigasi pindah lagi di jl.sp 2 Petrosea yang di Ketuai dan dilatih oleh Tito Fernando.

Di tempat inilah melahirkan Pendekar bernama Ahmad Muzakir yang kemudian membuka Cabang di Jl.Makarena Al Kahfi dan Hotel Timika Raya.

Ahmad Muzakir sebagai Ketuanya. Dari tempat Makarena dan Timika Raya inilah lahir lg pendekar yg kemudian membuka Cabang di Sp 13 dan Sp 5.

1.Ketua Cabang Sp 13 : Jamaludin dan wakil Hery Prawirza.Latihannya di lapangan Bola.

2.Ketua Cabang Sp 5 : Jufri (keys).

Kemudian di Tahun 2022 tempat latihan dari Makarena berpindah ke Halaman Babussalam. 

Tahun 2023 semua Cabang SGJ di Kota Timika ditutup oleh Muhammad Salaman dan di Satukan menjadi satu yaitu SGJ Pusat Timika Papua Tengah dan Cabangnya di Mapurjaya, Pomako. 

Untuk Wilayah Timika Kota bertempat  Jl.Hasanudin Irigasi di Halaman rumahnya PELDA TNI Edy Wijayanto (Penasehatnya Organisasi SGJ).

Alumni SGJ (Warga yang telah di Sahkan) dari 2001 hingga 2024 sudah mencapai 1.400 Orang (1.400 Pendekar).

Pada Tanggal 25 Februari 2024  Muhammad Salaman mengajukan pendaftaran NPWP pada KPP Pratama Timika.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di KPP, data pendaftaran Organisasi SGJ dinyatakan telah benar dan lengkap sehingga KPP Pratama Timika mengeluarkan NPWP Nomor: 02.345.331.9-953.00 atas nama Jamiyyah Pernapasan Seni Beladiri Sunan Gunung Jati.

Kemudian pada Tanggal 20 Januari 2025 Latihan Pencak Silat Sunan Gunung Jati berpindah tempat lagi di Jalan Leo Mamiri samping PLN Jalur 1.Di Sinilah berdiri Padepokan SGJ sesuai dengan Surat Keterangan Domisili Organisasi (SKDO) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kelurahan Koperapoka.

================

SGJ Pusat Timika.

================

-Ketua Umum : Muhammad Salaman.

Wakil Ketua Umum I : Mustamin Suryat (TNI AD).

-Wakil Ketua Umum II : Tri Joko (Polri).

Para Pelatih :

1.Abdi Salam

2.Ibnu Hanafi

3.Ahmad Al Farabi

4.Aldi Syaputra

==============

Para Srikandi SGJ.

===============

Wanita Pertama yang menjadi Srikandi warga SGJ  bernama Tirta Aprilia. Beliau wanita pertama yang pernah menjabat sebagai Ketua Cabang dan pernah meraih medali perak pada Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Tahun 2019.

Wanita Ke dua yang menjdi Srikandi warga SGJ bernama Elpina Sinaga.

Wanita Ke tiga yang menjadi Srikandi warga SGJ bernama Ayeng.

Wanita ke empat yang menjadi Srikandi warga SGJ bernama Nurul Usnul Saputri.

Wanita termuda yang menjadi Srikandi SGJ bernama Ferda Deby Herawati berusia 9 Tahun.

Comments

Popular posts from this blog

PROFIL MUHAMMAD SALAMAN

PERTANYAAN-PERTANYAAN SEPUTAR SGJ